jump to navigation

Pidato dan Syair Fatimah az-Zahra 6 Juni 2010

Posted by yopie noor in Syair dan Puisi.
Tags: , , , , ,
trackback

Imam Abul Fadhal Ahmad bin Thahir menerangkan, “Pada waktu Abu Bakar ra memutuskan untuk tidak memberikan penghasilan ‘Fadak’ kepada Fatimah ra, maka Fatimah ra datang dengan sikap pembawaanya yang serius, menyusuri jalan yang biasa dilalui Rasulullah saw, sampai akhirnya masuk ke rumah Abu Bakar ra yang sedang berada ditengah-tengah kaum Muhajirin dan Anshar. Fatimah duduk di tempat yang agak lapang, kemudian ia menangis sehingga menyebabkan orang-orang yang berada disana turut menangis.

Kemudian Fatimah diam sampai akhirnya tangisan orang banyak itupun berhenti dan mereka tenang kembali. Kemudian Fatimah ra mulai bicara dengan mengucap “Alhamdulillah” dan shalawat atas Rasulullah saw, mendengar itu orang banyak kembali menangis. Lalu Fatimah ra berkata,

“Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari bangsamu sendiri, yang dia merasa berat adanya sesuatu yang menyusahkan kamu, serta ingin untuk menyelamatkan kamu, dan pengasih penyayang kepada kaum yang beriman”. (QS. At-Taubah: 128).

Jika kamu menyelidiki siapakah Rasul yang dimaksudkan itu,
tentu kamu sekalian akan mengerti bahwa beliau itu adalah Ayahku,
bukan ayah salah seorang dari kaum wanita kamu,
Beliaupun saudara sepupu dari anak pamanku,
bukan saudara dari salah seorang pria diantara kamu.

Beliau dahulu sudah menyampaikan peringatan dan sudah berterus terang menyampaikan risalah Tuhan-nya,
menumbangkan tangga tempat naiknya kaum musyrikin,
menghancurkan jalan yang mereka tempuh,
bertindak mengakhiri kemarahan mereka,
menghancurkan berhala,
merubah jalan pikiran mereka,
sampai akhirnya rombongan mereka itu kalah dan mundur.

Lalu malam yang gelap melapangkan waktu untuk terbitnya Shubuh,
dan muncullah kebenaran dan kemurniannya.
Pemimpin agama mulai berbicara,
syetan-syetan pun menghentikan hiruk pikuknya.

Dahulu kamu sekalian berada di tepi jurang neraka,
sasaran untuk direguk oleh siapa saja yang haus,
daerah operasi bagi siapa saja yang ingin berkuasa,
tempat melintas bagi siapa saja yang terburu-buru,
tempat menapakkan segala macam jejak.

Dahulu kamu selalu minum air keruh dan makan daging kering,
hina dan tunduk kepada siapa saja,
selalu takut kalau-kalau disergap manusia-manusia yang berada di sekitarmu.
Kemudian Allah menyelamatkan kamu dengan kebangkitan Rasul-Nya,
setelah terjadi begini dan begitu,
setelah mengalami tantangan orang-orang terkemuka,
dan tokoh-tokoh bangsa Arab serta Ahli Kitab yang fanatik.

Setiap mereka menyalakan api peperangan,
Allah selalu memadamkannya,
dan mencabut tanduk kesesatan,
serta menutup mulut kaum musyrikin.
Rasulullah saw menemui saudaranya di tempatnya bermain-main,
lalu Beliau tidak mau melepaskan saudaranya itu, sebelum menginjak keangkuhannya dengan keagungan Beliau,
dan memadamkan nyala apinya dengan pedang Beliau,
sampai akhirnya ia terdorong untuk dekat kepada Allah swt dan dekat kepada Rasulullah saw,
dan menjadi penghulu di kalangan wali-wali Allah,
sedang kamu semua menjadi hidup dalam suasana yang tenang dan damai.

Sampai akhirnya Allah swt menggabungkan Rasulullah saw dengan teman-teman Beliau sesama para Nabi,
maka segeralah muncul sikap yang munafiq,
terompah agama lalu ditanggalkan,
kesesatan yang dahulu di pendam lalu berbicara kembali,
dan muncullah orang-orang yang dahulu patah semangatnya,
unta-unta pilihan lalu dilepaskan dari kandangnya,
lalu muncul di tengah-tengah perhimpunan,
syetan-syetan menjenguk, mengeluarkan kepalanya dari penguburannya,
berteriak mendorong kamu dan menemukan kamu sekalian memperkenankan seruannya,
memperhatikan saat yang tepat baginya untuk meloncat ke tengah-tengah kamu,
untuk mengajak supaya kamu bergerak.

Lalu syetan itu menemukan kamu ringan langkah untuk mengikutinya,
ia menggerogoti kamu, lalu diketemukannya kamu sekalian segera mengamuk,
segera menangkap unta yang bukan kepunyaanmu,
menggiring unta itu ke tempat minum yang bukan milikmu…

Inilah yang terjadi di kalangan kamu sekalian, padahal Rasulullah saw baru saja wafat,
luka hatiku masih menganga,
dan luka tubuhku pun belum bertaut…

Kamu sekalian mengira bahwa aku tidak mewarisi Ayahku?
Apakah hukum jahiliyah yang akan kamu tegakkan?

“Tidak ada hukum yang lebih baik dari hukum Allah, bagi orang-orang yang yakin” (QS. Al-Maidah: 50).

Wahai orang Islam yang telah hijrah!
Pantaskah harta warisanku dari Ayahku akan diambil secara paksa?
Apakah ada ketentuan di dalam Qur’an bahwa engkau mewarisi ayahmu dan aku tidak mewarisi Ayahku?
Sungguh, kamu telah mengerjakan kesalahan yang besar!
Sungguh, disamping Ayahku dan kamu sekalian ada Qur’an yang tertulis,
yang akan dihadapkan kepadamu di padang makhyar.
Disana Hakim-nya adalah Allah swt,
dan pemimpinnya adalah Nabi Muhammad saw,
bertemunya kelak pada hari kiamat,
dan pada waktu tibanya orang-orang yang bersalah akan merugi.

“Untuk tiap-tiap berita (yang dibawa Rasul-Rasul) itu ada waktu terjadinya; dan kelak kamu akan mengetahuinya…”. (QS. Al-An’am: 67).

Sungguh sepeninggal Ayah telah terjadi,

peristiwa besar yang bercampur aduk,

andaikan Ayah melihatnya tentu bencana tidak banyak…

Sungguh, kami kehilangan Ayah seperti bumi kehilangan hujannya,

kaum keluarga sepeninggal Ayah sudah berantakan,

Ayah saksikanlah…

Jangan Ayah biarkan…

Berkata Abu Fadhal: Saya sudah mengutarakan pidato Fatimah as ini kepada Abu Hasan Zaid bin Ali bin Husein bin Ali bin Abu Thalib (semoga Allah merahmati mereka semua), saya katakan kepadanya: Sebenarnya mereka menduga bahwa pidato itu di buat-buat, dan sebenarnya itu adalah gubahan Abu Aina…. Mendengar itu, Abu Hasan Zaid menjawab:
“Saya sendiri sudah melihat orang-orang tua dari keturunan Abu Thalib menghafalkan pidato itu dari ayah mereka. Dan saya sendiri menerima berita itu dari ayah, setelah dahulu, beliau menerimanya dari datuk saya, Husein, dan datuk saya itu langsung mendengar dari ibunya, Fatimah az-Zahra as, persis seperti redaksi yang engkau katakan itu”.

Fatimatuz Zahra’ wal Fatimiyyun (terjemahan), Abbas Mahmoud al Akkad.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: