jump to navigation

Siapa dan Dimana Muslim di Eropa? John L. Esposito 6 Juni 2010

Posted by yopie noor in Muslim Dunia.
Tags: , , , , , , ,
trackback

Kehadiran Muslim di Eropa bukanlah perkembangan baru. Dari abad ke-8 sampai abad ke-15, Muslim menguasai Spanyol dan daerah selatan Italia dan selatan Perancis. Selama abad ke-9, Muslim juga ada sebagai minoritas di bawah penguasa kristen yang menjual mereka sebagai budak, praktek yang berlanjut sampai abad ke-19. Meskipun banyak yang diajarkan bahwa di tahun 1492 Isabela mengirim Christopher Columbus pergi ke Dunia Baru, sedikit yang menyadari bahwa tahun itu juga menandai kejatuhan Granada dan awal kampanye untuk mengusir Muslim (Moors) keluar dari Spanyol dan Eropa Barat. Pada abad ke-17, kebanyakan Muslim bersama Yahudi, yang juga disiksa karena bid’ah, pergi dari Afrika Utara.

Estimasi jumlah Muslim yang sekarang tinggal di Eropa Barat berkisar antara sepuluh sampai lima-bekas juta. Keragama etnis Muslim di Eropa sangat luas, mewakili banyak kelompok etnis utama dunia Muslim. Paling banyak adalah Turki, Aljazair, Maroko dan kemudian Pakistan. Karena keragaman ini, meskipun ada ikatan agama yang sama, sulit untuk membicarakan suatu komunitas Muslim homogen di masing-masing negara, dianggap saja seluruh Eropa.

Muslim dapat ditemukan dalam jumlah yang signifikan di negara-negara Eropa Barat. Penduduk Muslim terbesar ditemukan di Perancis, Jerman, Inggris, diikuti dengan komunitas yang lebih kecil di negara seperti Belgia, Spanyol, Belanda, Swedia, Denmark, Norwegia dan Austria.

Meskipun beberapa imigrasi ke Inggris dan Perancis mulai, sebelum perang dunia II, gelombang utama migrasi Muslim datang sesudahnya. Berbeda dengan Amerika, yang memiliki penduduk Muslim sangat berhutang pada imigrasi keluarga atau desa, imigrasi pendidikan dan pertumbuhan Islam di antara komunitas Negro, kehadiran Muslim di Eropa sebagian besar karena imigrasi pekerja dan hubungan bekas kolonial.

Ketika negara mereka merdeka, banyak Muslim bekerja sama dengan penjajah Eropa memilih beremigrasi. Pekerja profesional dan trampil dari bekas koloni Eropa di Afrika, Asia Selatan dan dunia Arab beremigrasi ke Eropa, mencari kehidupan yang lebih baik. Kemudian di tahun 1960-an dan 1970-an, pekerja tak trampil membanjir ke Eropa, yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan tenaga kerja murah. Lebih dari sejuta Muslim, banyak dari bekas koloni Afrika Utara Perancis dan Afrika Barat Perancis telah dalang ke Perancis saja. Jerman dan Inggris punya cerita yang sama. Dari tahun 1970-an kedepan, makin banyak jumlah mahasiswa Muslim datang ke Eropa, seperti juga ke Amerika, untuk belajar. Meskipun banyak yang kembali sebagai dokter, insinyur, ilmuwan dan guru, karena alasan politik dan ekonomi memilih untuk tetap tinggal.

Perancis memiliki penduduk Muslim terbesar di Eropa, lima juta Muslim, termasuk tiga puluh lima ribu yang pindah terhitung hampir 10% dari penduduk. Mereka dapat ditemukan di sebagian besar kota besar dan kota kecil. Muslim dari Perancis sekarang melebihi jumlah Protestan dan Yahudi dan kedua dari Katolik Roma. Ada empat mesjid besar di kota utama seperti Paris, Lyons dan lebih dari seribu mesjid dan ruang shalat di seluruh negeri ini. Komunitas Muslim terus tumbuh karena tingkat kelahiran yang tinggi, aturan yang membolehkan imigrasi tambahan untuk menyatukan keluarga, dan aliran lebih lanjut dari masukan legal dan tak legal dari Afrika Utara.

Satu dari dua juta Muslim Inggris terutama datang dari sub-benua India, meskipun lainnya dari Afrika, Malaysia dan dunia Arab. Mereka terkonsentrasi di kota-kota industri di utara Bradford, Birmingham, dan Leed dan di East End London. Lebih dari enam ratus mesjid berlaku sebagai pusat komunitas, pendidikan dan shalat, banyak yang di bangun dengan dana dari Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia. Berbeda dengan Perancis dan Jerman, dimana sebagian Muslim tidak memiliki hak pilih, sebagian besar Muslim Inggris datang dari negara-negara Persemakmuran Inggris, jadi menikmati kewarganegaraan Inggris dan partisipasi penuh dalam kehidupan politik, sebagai pemilih dan sebagai calon; tentu saja beberapa telah terpilih pada jabatan politik. Ada juga Muslim dari House of Lord dan dua di House of Commons. Muslim juga terlibat dalam pemerintahan lokal, diperkirakan lebih dari dua ratus bekerja sebagai anggota dewan. Bahkan lebih banyak Muslim terpilih di Parlemen Belanda sama dengan yang di House of Commons. Sebaliknya di Perancis dan Spanyol, tidak ada perwakilan Muslim legislatif nasional dan hanya ada satu di Jerman.

Dari: What Everyone Needs to Know About Islam (terjemahan), John L. Esposito.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: