jump to navigation

Kewajiban Ibu-ibu Muslimah 13 Juni 2010

Posted by yopie noor in Muslim Dunia, Muslimah.
Tags: , , , ,
trackback

oleh: Maryam Jameelah

Kewajiban utama ibu-ibu Muslimah adalah mengajak anak-anaknya untuk mematuhi ajaran-ajaran al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw. Setiap pagi banyak wanita-wanita Muslim di negara-negara non Arab membaca al-Qur’an dalam bahasa Arab tanpa memberikan pengertian maksudnya sedikitpun. Gadis-gadis mereka yang memperoleh pendidikan modern cenderung lebih taat, mereka membaca al-Qur’an, Hadits dan literatur Islam lainnya seakan menemukan beberapa kemuliaan, suatu philosofis yang abstrak. Bukan sekali-kali untuk menghindari film-film porno di bioskop, mendengarkan lagu-lagu vulgar di radio, atau meleburkan diri dalam aktifitas sosial dalam (keadaan) mabuk, atau berpakaian yang tidak sopan. Ibu-ibu Muslimah dapat menyatakan kepada saudara-saudara perempuan mereka yang masih remaja dan anak-anak laki-lakinya bahwa teman-teman mereka di sekolah melakukan hal itu tidak secara otomatis menjadi benar. Kaum Muslimah harus membaca al-Qur’an dan Hadits, serta diperintahkan secara praktis mengimplementasikan dalam kehidupan mereka setiap hari. Terlalu banyak rumah tangga Muslim menyimpan al-Qur’an mereka yang dibungkus dengan cover yang indah dari sutera yang diletakkan di atas rak yang tinggi hanya untuk mengumpulkan debu. Beratus-ratus bahkan beribu-ribu al-Qur’an menganggur yang semestinya membina hati mereka dengan dalih: “Keluarkan Aku, Bacalah Aku!, Patuhilah Aku!”.

Kaum ibu terbiasa membaca majalah-majalah, secara sederhana mereka diharuskan menerima pendurhakaan anak-anak mereka yang secara nyata menentang nilai-nilai agama dan moral yang lama, kebodohan-kebodohan dan tingkah lalu mereka yang menjijikkan, atraksi-atraksi dari mereka untuk bertindak sembrono dan berorientasi pada hal-hal yang sepele, mereka sama sekali merasa jijik dan hina terhadap sesuatu yang berbau “tradisionil”. Mereka tidak sabar untuk mengadakan perubahan secara revolusioner, disini paham atheis dan materialis seperti kenyataan biologis yang menjadi sifat dari kaum remaja modern dan kaum muda, seperti tidak ada sesuatupun yang dapat dikerjakan sekitar itu kecuali meletakkan pada tempat yang amat rendah terhadap hal itu sendiri kepada kecenderungan umum. Disinilah kekeliruan yang amat dalam. Disini sesuatu yang bersifat tradisional tidak dapat dihindari, seluruh usaha yang menentang sekitar ini adalah sia-sia sekali seperti halnya propaganda sekarang ini yang telah kita yakini. Pemuda kita tentu saja memberi reaksi terhadap apa yang mereka terima, apa yang mereka ajarkan di dalam rumah-rumah mereka, di sekolah-sekolah mereka serta apa yang mereka baca, lihat dan dengar di mass media. Seandainya pandangan -pandangan Islam ini sebagai pengganti adat kebiasaan di Barat, mereka akan merasa, berfikir dan berjalan yang sepenuhnya berbeda. Dalam menciptakan transportasi yang penting ini, wanita mempunyai pengaruh yang amat menentukan pada masa pertumbuhan dan perkembangan anak dimana masa ini memainkan peranan yang penting sekali.


Islam mengajarkan tentang Jilbab yang mengarahkan kepada tata kehidupan kaum wanita dalam kebebasan yang berkepribadian, bermartabat dan mencurahkan sebagian besar waktunya di rumah, pergi keluar bila ada suatu keperluan atau bersilaturahmi ke famili-famili atau teman-teman perempuan. Seorang ibu mempunyai pengaruh amat besar, yakni dapat mengarahkan anak-anaknya yang sedang dalam masa pertumbuhan dengan memberi contoh seorang pribadi yang baik. Seorang ibu yang rajin menjalankan tugas-tugas kerumah-tanggaannya, memelihara, mengawasi, dan mendisiplinkan anak-anaknya dan yang tetap menjaga shalatnya dengan baik, membaca-baca al-Qur’an serta melakukan amal ibadah lainnya, memberikan dan menciptakan suasana keagamaan (baca: Islam) yang terbaik untuk anak-anak kecil yang mana akan sangat membantu mengimbangi banyaknya pengaruh-pengaruh yang tak menyenangkan yang dia temui saat dia (menjadi) dewasa. Ibu-ibu Muslimah dapat memulai pendidikan agama Islam saat anak-anak mereka pada usia muda (kanak-kanak). Hadits menyebutkan pada kita bahwa anak-anak para shahabat tetap membawakan al-Qur’an sebelum mereka disapih! Segera setelah seorang bayi mulai berbicara, ia dapat mengajarkan suatu kalimat dan mengucapkan ajaran Islam secara benar, seperti: Bismillah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, Insya’ Allah, Masya Allah, Shalat, dan lain lain. Dan segera setelah dia sanggup berdiri dan berjalan, ia dapat menganjurkan untuk menirukannya ketika ia sedang mengerjakan shalatnya (seperti kebanyakan anak-anak kecil yang baru belajar berjalan, senang untuk melakukannya). Ketika anak-anak mencapai usia tujuh tahun, ibu-ibu Muslimah dapat menyuruhnya dengan keras agar mereka membiasakan shalat mereka dan menghukum mereka setelah mencapai usia sepuluh tahun seandainya mereka malas untuk melakukannya juga. Jadi anak-anak dapat menjadi dibiasakan untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban mereka kepada Allah dan agar anak-anak mereka menjadi makhluk yang kuat sebelum dewasa. Kewajiban-kewajiban ibadah disini dapat disertai keterangan-keterangan yang sederhana dan jelas menurut usia dan kapasitas kemampuan anak, keterangan ini amat berarti bagi mereka. Ibu-ibu dapat menghibur anak-anak mereka dengan perbuatan-perbuatan yang menggetarkan hati Ulama-ulama besar dahulu dan sekarang serta mencoba untuk memberi inspirasi kepada mereka dengan menumbuhkan hasrat untuk berusaha menyamai atau melebihi nilai-nilai tersebut. Ketika anak-anak cukup dewasa untuk membaca, ibu-ibu dapat mempergunakan buku-buku ke-Islamam yang terdapat di sekitar mereka (baca: rumah mereka) dan brosur-brosur yang menarik kepada anak-anaknya dan menganjurkan kepada mereka untuk membaca sendiri. Anak-anak mereka baik yang tua maupun yang muda tidak hanya pandai mengatakan jangan pergi (menonton) film-film porno di bioskop atau mendengarkan program-program yang tak bermanfaat di radio-radio atau televisi, tetapi secara teliti memantau apa-apa yang salah dari mereka. Seandainya ibu-ibu mempunyai radio atau televisi, ia dapat membatasinya dengan mendengarkan tilawah, buletin-buletin baru pembacaan puisi yang baik, dan program-program pendidikan yang sehat. Ibu-ibu dapat membatasi musik pop untuk didengarkan di dalam rumah sebab mempengaruhi moral anak-anak yang kemungkinan amat buruk akibatnya. Seandainya si anak mulai menyanyikan lagu-lagu vulgar, mereka mendengarkan dan belajar dari radio dan televisi tetangganya, ibu-ibu dapat mendiamkan mereka dan menyatakan kepadanya bila mereka merasa malu dengan mendengarkan nyanyian yang betul-betul kotor!


Kaum ibu Muslimah tidak sepatutnya mengirim anak-anaknya ke sekolah-sekolah misionaris kristen atau biara-biara dimana mereka secara penuh dijauhkan dari agama mereka dan warisan budaya agamanya meskipun mereka sadar bahwa sekolah-sekolah negeri tidak menyediakan begitu banyak jalan keluar yang menggembirakan. Ibu-ibu harus menyuplai bahan-bahan pendidikan ini dengan instruksi dalam teks Arab, al-Qur’an dan Hadits dari guru-guru privat di rumah-rumah mereka seandainya ia dapat mengusahakannya atau di dalam mesjid seandainya ia tidak dapat, dan dengan memberikan latihan yang benar mengenai ajaran Islam seperti yang dapat ia berikan untuk dirinya sendiri. Ia dapat membaca buku-buku teks secara menyeluruh kepada anak-anaknya dengan teliti dan menunjukkan kepada mereka sesuatu yang tidak benar, palsu dan jahat, dan ia dapat menjelaskan mengapa buku-buku teks tersebut sebagian besar merupakan metode yang meyakinkan.


Ibu-ibu Muslimah dapat mencoba untuk menjadikan rumahnya dalam pengertian sebagai sebuah surga bagi seluruh keluarga. Sebagian besar rumah orang Pakistan yang saya ketahui di Lahore, penduduk kelas menengahnya kumal dan kotor. Terlalu banyak wanita Pakistan yang saya ketahui terbiasa hidup dalam lingkungan yang kotor dimana lantai-lantai rumah mereka, terutama halaman-halaman rumah dan dapur-dapur mereka penuh dengan sampah dan kotoran, mereka (merasa) dapat hidup lebih baik dalam kerumunan sampah daripada menyapunya. Pendidikan Islam mengajarkan agar gadis-gadis menjaga kebersihan dan kerapihan, setidaknya kaum wanita tidak merasa malu untuk membersihkan dan menyapu rumah mereka sendiri. Mereka tidak menggantungkan pada para pembantunya. Seandainya dia makmur, ibu-ibu rumah tangga Muslimah hendaknya dapat menahan diri untuk berbuat boros dalam pengeluaran belanja rumah tangganya; alat-alat perabotan mahal yang tidak begitu dibutuhkan seperti sofa atau meja rias type Eropa atau pemakaian perhiasan-perhiasan kiranya dapat dihindari. Kaligrafi artistik dari al-Quran dan Hadits yang digantungkan pada dinding-dinding ruangan rumahnya dapat melayani dua tujuan (sekaligus) yakni tujuan dekoratif dan maksud diatas seluruhnya! Hendaknya foto keluarga dan teman-teman tidak dipasang atau dipertunjukkan sebab penunjukan gambar-gambar ini adalah bertentangan dengan ajaran Islam. Pendidikan Islam sekurang-kurangnya dapat mengajarkan kepada para gadis tentang dasar-dasar kesehatan, pertolongan pertama pada kecelakaan dan nutrisi yang baik dengan konsentrasi pada bagaimana menyiapkan makanan lezat yang halal. Banyak kaum wanita Muslimah yang demikian rendah kemampuannya dalam penerapan ilmu gizi yang baik, mereka kurang memahami bagaimana menyajikan menu makanan yang cukup kepada anak-anak mereka ketika bermacam-macam makanan dengan mudah tersedia dan dapat diberikan kepada mereka.


Wanita yang apatis dan buta huruf kemungkinan besar tidak dapat menetralisir pengaruh-pengaruh anti Islam yang sedang melanda anak-anak mereka baik pagi maupun petang. Hanya faktor kecerdasan, pendidikan dan antusiasme kaum wanita-lah yang dapat membuktikan adanya persamaan terhadap tugas-tugas yang dihadapinya sekarang.


Islam in Theory and Practice,
bab: Duties of the Muslim Mother. (terjemahan).


Maryam Jameelah (Margaret Marcus) menikah dengan Muhammad Yusuf Khan, menetap di Lahore, Pakistan.

Komentar»

1. rina - 29 Agustus 2010

Assalaamu’alaikum wr.wb.
*numpang menjerit diblogmu ya gan, g ada yg liat kan?*
‘Aku rindu.. Aku rindu cita-citaku di bangku kuliah dulu.. menjadi Ibu yang memperhatikan rumah dan anak-anakku.. huhuhuuu.. mengapa Allah SWT mentakdirkan kehidupan yang lain kepadaku? apakah rahasia Illahi dibalik apa yang ku jalani saat ini?’
*sudah.. Jazakallahu ya gan.. cabuuuudh.. *

2. rina - 29 Agustus 2010

*o iya lupa*
Wassalaam..

yopienoor - 29 Agustus 2010

Astaghfirullah ini @Rina YAAK ya? Terima kasih atas kunjungannya. Tapi, kok bisa langsung tampil begitu saja tuh komentarnya, sama sekali belum pernah saya setujui. Ah ya, mungkin karena saya yang mengundang, ya.

Sabar ya rina, selalu ada ibrah di balik kondisi rina sekarang ini. Banyaklah berdoa, berdzikir dan shalat tahajud dengan memohon sepenuh harap kepada-Nya, doaku menyertai doamu.

Kalau ada keperluan dengan yopie? Silahkan lewat YM ya.

yopienoor - 29 Agustus 2010

Wa’alaikum salam,
Astaghfirullah, ini @rina YAAK ya?
Ups gak usah berdusta lah, memang dari kemarin saya sudah curiga sama email amli rina mangkanya saya kirim email ke Room kamu, nyampe gak?
Thank atas kunjungannya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: