jump to navigation

Habis Rokok Terbitlah Diabetes 18 Juni 2010

Posted by yopie noor in Kesehatan.
Tags: , , , , , , , ,
trackback

oleh: dr. Arief

Tulisan ini saya post di bawah kategori “Manfaat Rokok” (pada blog dr. Arief -admin). Sengaja saya buat kategori ini karena Indonesia adalah salah satu negara yang terbanyak perokoknya… lagi-lagi bukan suatu yang bisa kita banggakan. Lantas mengapa terjadi beramai-ramai di sini ? Silakan “Tanya Kenapa”…

Kali ini saya mengangkat koneksi antara rokok dengan diabetes. Inilah alasan lain untuk melempar rokok jauh-jauh. Mestinya kita sudah sering mendengar peringatan bahwa MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN. Eit ternyata bukan hanya itu saja, tapi rokok juga meningkatkan resiko diabates yang paling umum, begitu kata para ilmuwan. Perokok menghadapi peningkatan resiko 44% untuk terserang diabetes tipe 2 jika dibandingkan dengan orang yang tidak merokok.

Sebuah universitas di Swiss membuat suatu analisis 25 kajian yang menyelidiki hubungan antara merokok dan diabetes yang disiarkan antara 1992 dan 2006, dengan sebanyak 1,2 juta peserta yang ditelusuri selama 30 tahun. Mereka mendapati resiko bahkan lebih tinggi bagi perokok berat. Mereka yang menghabiskan sedikitnya 20 batang rokok sehari memiliki resiko terserang diabetes 62% lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. Nah lho ??? Bekas perokok masih menghadapi resiko 23% lebih tinggi dibandingkan dengan yang bukan perokok, namun sudah jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang masih merokok.

Pada tingkat kesehatan masyarakat, ini sangat penting karena peristiwa diabetes secara dramatis meningkat. Menghindari diabetes akan menjadi alasan yang baik bagi perokok untuk berhenti atau bagi orang yang tidak merokok untuk tidak memulai. Diabetes tipe 2, adalah jenis diabetes yang seringkali berkaitan dengan kelebihan berat badan, pola makan yang buruk dan gaya hidup yang tak pernah berubah, menjadi makin umum ditemui di banyak negara. Mungkin ini salah satu penyebab tingginya Diabetes di Indonesia.

Smoking is #1 PREVENTABLE global killer in the world. Menghisap rokok adalah penyebab nomor 1 kematian globalyang dapat dicegah, dan telah menewaskan sedikitnya 4 juta orang per tahun atau sekitar 9% angka kematian di seluruh dunia, ini adalah hasil survey 10 tahun yang lalu. Sekarang pasti lebih jauh tinggi lagi. Selain mengakibatkan paling banyak kasus kanker paru-paru serta jenis lain kanker, merokok juga dapat mengakibatkan serangan jantung, stroke, penyakit paru-paru kronis dan penyakit lain.

Konsekuensi dari temuan ini juga penting karena diabetes dan menghisap rokok adalah faktor resiko utama penyakit jantung dan urat darah, sehingga keterkaitannya menjadi semakin kuat. Merokok dapat mengakibatkan kondisi yang tahan terhadap insulin, kata para peneliti tersebut. Itu berarti merokok dapat mencampuri cara tubuh memanfaatkan insulin. Kekebalan tubuh terhadap insulin biasanya mengawali terbentuknya Diabetes tipe 2.

Jadi, mengapa masih merokok ?

Comment
Rokok = Racun..
semua orang sudah tau bahaya rokok tapi kenapa ya dok justru penjualan rokok paling laku keras dipasaran?
Kebetulan saya membawakan acara talkshow kesehatan diradio, tapi selama ini saya baru tau kalo rokok penyebab diabetes juga. dan dari sekian banyak saya mengenal dokter – dokter indonesia kebanyakan dari mereka juga perokok????
Trus kenapa juga pemerintah tidak menambahkan tulsan untuk penyakit diabetes ini dibungkus rokok ?? secara kan udah ada penelitiannya!!berarti bukan wanita aja yang racun dunia tapi rokok juga racun dunia ya? hehehe…
btw thanks untuk infonya ya doks…

answer dr. Arief
Penjualan rokok di Indonesia memang sangat sangat tinggi, dan berkesan ada dorongan untuk terus merokok. Itu dia yang harus kita beri comment “Tanya Kenapa”
Sebenarnya dari statistik juga relevan, karena Indonesia adalah negara terbesar ke-5 di dunia dalam hal penderita diabetes… itu adalah data statistik tahun 2000, mestinya sekarang lebih banyak lagi.
Saya bahkan pernah dengar dari kolega saya bahwa dia pernah baca statistik sebagai berikut :
– Persentase perokok terbesar adalah dari profesi tukang becak
– Persentase perokok kedua terbesar adalah dari profesi dokter (ohh…)
Sayangnya dia tidak ingat sumber statistik tersebut, jadi saya tidak berani pasang di blog entry…


sumber: http://www.drarief.com

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: