jump to navigation

Problematika Kehalalan Daging Impor 22 Juni 2010

Posted by yopie noor in Kesehatan, Tak Berkategori.
Tags: , , , , , ,
trackback

Sepuluh tahun terakhir ini pasar Indonesia mulai digempur oleh daging-daging impor dari berbagai negara, baik dari kawasan Asia, Eropa maupun Amerika. Hebatnya lagi daging-daging impor tersebut tidak hanya masuk ke pasar modern tapi juga pasar-pasar tradisional. Harga yang murah kembali menjadi alasannya.

Gencarnya peredaran daging impor ini membuat resah pengusaha Rumah Pemotongan Hewan (RPH), karena intensitas pemotongan ternak jadi menurun. Mitra peternak hewan dari kalangan menengah ke bawah kembali menjadi korbannya.

Tapi sebetulnya permasalahan daging impor tidak hanya menyangkut melemahnya keuntungan bisnis (profitable) penduduk lokal semata yang mayoritas pemeluknya beragama Islam. Ada masalah lain yang lebih besar dari sekedar profitable. Permasalahan itu menyangkut kehalalan daging impor tersebut.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagaimana dilansir okezone (22/ 06) menyatakan bahwa sebagian daging import yang masuk ke Indonesia diragukan kehalalannya. Indikasinya terlihat dari penggandaan sertifikasi yang tidak diperbaharui.

Dalam surat edaran Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika (LPPOM) MUI menyampaikan adanya penggandaan sertifikat halal yang dilakukan Halal Transaction Omaha, Amerika Serikat. Dalam surat itu juga disebutkan produk daging yang diragukan kehalalannya diproduksi oleh perusahaan produsen daging asal Kanada, Amerika Serikat, serta daging-daging yang diimpor PT. Sumber Lautan Perkasa.

MUI melakukan klarifikasi kepada lembaga halal tersebut. Hasilnya MUI mendapatkan informasi bahwa Halal Transaction of Omaha hanya mengeluarkan sertifikat sebanyak 87 kali selama tahun 2007-2009.

Melihat kenyataan itu, MUI meminta kepada Badan Karantina untuk tidak memberi izin masuknya daging yang diekspor oleh Citizen Food dari Kanada dengan importir PT. Sumber Lautan Perkasa. MUI juga meminta Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan untuk meninjau kembali izin impor bagi PT. Sumber Lautan Perkasa.

LPPOM MUI sendiri berencana akan mengaudit lembaga-lembaga yang memberikan sertifikat halal untuk produk makanan yang diekspor ke Indonesia. Dari proses audit ini kalau ditemukan tidak ada sertifikasi halal dari lembaga luar negri maka MUI tidak akan memberikan pengakuan.

Menurut Ma’ruf Amin ketua Fatwa MUI, sertifikasi halal bagi daging impor itu penting, karena akan ditanyakan oleh pemerintah dan masyarakat. Sertifikasi halal ini juga untuk mengantisipasi upaya penggandaan sertifikasi seperti terjadi di Amerika Serikat.

Ma’ruf melanjutkan dalam waktu dekat ini MUI juga akan mengaudit lembaga sertifikasi di Jepang dan China. Di kedua negara itu, sejauh ini belum ada lembaga yang diakui MUI untuk memberikan sertifikat halal.

Barangkali inilah problematika daging impor yang selama ini gencar menghantam pasar Indonesia. Pengurus LPPOM MUI yang jumlahnya sangat terbatas tentu belum bisa jadi andalan. Pencegahan daging impor yang diragukan kehalalan itu kembali kepada kesadaran masing-masing pihak yang terlibat dari proses impor daging tersebut. Kita sebagai masyarakat pembeli pun dituntut harus jeli.

sumber: persis.or.id

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: