jump to navigation

PERINTAH SEGERA PULANG 24 Juni 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , , , , ,
trackback

soal:
Benarkah ada hadits yang menerangkan bahwa suami tidak boleh pergi dalam jangka waktu yang lama?

jawab:
Hadits seperti yang ditanyakan belum kami dapati, yang kami dapatkah adalah hadits berikut:

عن الى هريرة ان رسول الله قل :‏ السفر قطعة من العذان يمنع احدكم طعامه وشرابه ونومه فاذاقضى احدكم نهمته من سفره فليعجل الى اهله

artinya: Dari Abi Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda: “Bepergian itu adalah sepotong dari adzab, (karena) ia menghalangi seseorang daripada kamu tentang makanannya, minumannya dan tidurnya. (Oleh karena itu) apabila salah seorang dari kamu telah menyelesaikan keperluannya dari kepergiannya, hendaklah ia segera kembali kepada keluarganya”. (Muttafaq’alaih).

Riwayat diatas tidak melarang seseorang pergi lama-lama selama ia masih ada kepentingan, tetapi apabila segala urusan sudah selesai, maka ia wajib segera pulang kepada keluarganya. Yang menjadi ukuran segera pulang itu adalah selesainya urusan. Kalau sampai sekian lama urusannya tak kunjung selesai, maka ia tidak terkena perintah tersebut.

Kesimpulan:
Seseorang yang pergi untuk sesuatu keperluan, wajib segera kembali kepada keluarganya apabila telah menyelesaikan urusannya. Mereka yang sengaja berlama-lama sedangkan urusan-urusannya sudah selesai berarti lelah menyalahi perintah pada hadits ini.

oleh: Nadwah Mudzakarah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: