jump to navigation

Doa Wanita Pada Hari Jum’ah, Mustajab Jugakah? 30 Juni 2010

Posted by yopie noor in Fiqih, Muslimah.
Tags: , , , ,
trackback

Seperti yang dimaklumi bahwa pada hari Jum’at ada waktu yang mustajab untuk berdo’a. Apakah wanita yang tidak sholat Jum’at, do’anya mustajab juga pada hari itu?


Hadits yang menerangkan bahwa pada hari jum’at ada waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a adalah:

artinya: Bahwa Rasulullah saw pernah menyebut Jum’at, lalu bersabda: Padanya ada saat yang apabila kebetulan seorang Muslim berdiri sholat padanya sambil meminta kepala Allah ‘Azza wa Jalla sesuatu, maka pasti Ia akan berikan kepadanya. Sambil ia isyarat dengan tangannya – menyedikitkan saat itu. (Muttafaq ‘alaih).

Pada akhir riwayat di atas terdapat “memberi isyarat” bahwa waktu yang dimaksud hanya sebentar. Disini kita faham bahwa tidak semua waktu pada hari Jum’at itu mustajab untuk berdo’a, oleh karenanya diperlukan keterangan yang membatasnya.

Sejauh yang kami ketahui, para ulama berselisih tentang batasan tersebut menjadi lebih dari 40 golongan/ pendapat. Di antara sekian banyak dalil yang mereka kemukakan, hanya dua saja yang dapat dipakai, sedangkan yang lainnya sementara ini belum dapat dipakai karena riwayatnya lemah.

Kedua dalil itu adalah sebagaimana riwayat ini:

artinya: Dari Abi Burdah, dari ayahnya ia berkata: Saya dengar Rasulullah saw bersabda: ia (waktu yang mustajab) itu; antara duduknya imam (di mimbar) hingga selesai shalat. (HSR. Muslim).

Pada hadits lain beliau bersabda: Bahwasanya (waktu) itu, antara shalat Ashar dan terbenamnya matahari. (HR. Ibnu Majah).

Kalau kita timbang-timbang kedua riwayat di atas, maka riwayat Muslim jelas lebih kuat, oleh karenanya berpegang dengan apa yang diterangkan pada riwayat tersebut lebih mendekati kebenaran daripada yang disebutkan pada riwayat Ibnu Majah. Jadi insya Allah waktu mustajab dimaksud adanya di sekitar ketika khotib berkhotbah hingga selesai shalat.

Dari uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa waktu mustajab itu tidak ada kaitannya dengan apakah seseorang melaksanakan shalat Jum’at atau tidak, artinya wanita yang punya hak memilih untuk melaksanakan Zhuhur atau Jum’at tetap bisa mendapatkan waktu mustajab asal dia tahu dengan pasti, bahwa waktu itu imam sedang berkhotbah dan shalat Jum’at.

Kesimpulan:
Wanita yang tidak shalat Jum’at do’anya akan dikabulkan bila do’a tersebut diucapkan pada waktu yang mustajab seperti diterangkan di atas.

Nadwah Mudzakarah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: