jump to navigation

Pertanyaan Dalam Kubur 15 Juli 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , ,
trackback

SOAL:
Si mayit setelah dikubur akan ditanya Munkar dan Nakir.
I. Yang ditanya itu ruhnya saja atau dengan jasadnya?
II. Kalau ruh dengan jasad, maka bagaimana cara menanya dengan yang dilanggar trem misalnya?
III. Adalagi seperti orang Budha, kalau mati jenazahnya dibakar, bagaimana cara menanyanya?

JAWAB

Jawaban pertanyaan I

Menurut beberapa hadits, orang mati itu akan ditanya oleh dua malaikat dan yang ditanya itu adalah ruh dengan jasadnya.

Diantara hadits-hadits yang menunjukkan demikian adalah sabda Rasulullah saw berikut:
…فاذادخل قبره رداليه الروح الى جسدوجاءه ملكان فامتحناه…

artinya: …maka apabila si mati masuk kubur, dikembalikan ruh kepada jasadnya, dan datanglah dua malaikat, lalu memeriksa dia…. (HR. Ibnu Abid Dun-ya dan Abu Nu’aim).

Hadits yang semakna dengan ini ada juga diriwayatkbo oleh Imam Ahmad, Thabarani, Abu Dawud, Hakim dan Baihaqi.

Jawaban pertanyaan II

Sebagaimana Allah berkuasa mengembalikan ruh kepada jasad si mati, Allah berkuasa juga mengatur hal orang yang badannya putus-putus itu. Caranya, Allah dan Nabi tidak terangkan. Biarlah hal ini kita serahkan kepada kebijaksanaan Allah yang telah membuat ruh dan jasad manusia itu.

Firman Allah:
…قال من يحي العظام وهي رميم . قل يحييهاالذي انشأ هااوك مرة….

artinya: …(manusia akan) bertanya: Siapakah akan menghidupkan tulang-tulang setelah hancurnya? Jawab: Akan menghidupkannya Allah yang telah membuat dia di permulaan kali…. (QS. Yasin: 78-79).

Jawaban pertanyaan III

Menurut hadits riwayat Ibnu Abid Dun-ya itu dikatakan: “Apabila si mati masuk kubur”. Di lain riwayat disebut: “Apabila diletakkan seseorang dalam kuburnya”.

Kata-kata “si mati”, “seseorang”, “seorang hamba” dan sebagainya yang ada dalam Hadits-hadits pertanyaan kubur itu, tidak disyaratkan bahwa si mati yang akan ditanya itu mesti “wungkul” (berbentuk).

Jadi yang mati wungkul, yang mati terpotong-potong anggotanya, yang mati dibakar, yang mati dilistrik dan sebagainya termasuk dalam kata-kata: si mati, seseorang, seorang hamba dan sebagainya. Mereka ini semua akan ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir.

Pertanyaan “kubur” maknanya: tempat menanam manusia, tempat tertanamnya manusia; kata-kata “kubur” ini tidak ada disyaratkan oleh Nabi saw mesti berupa lubang dalam tanah.

Maka dimana saja tempat “menanam” atau “tertanamnya” manusia, dapat kita namakan “kubur”, kalau ditanamnya dalam bumi, maka itulah kuburnya, kalau di laut, maka itulah kuburnya dan sebagainya.

Adapun cara Allah mengembalikan abu-abu itu berbentuk manusia – kalau akan dibentukkan – tidak diterangkan, tetapi Allah ada berfirman:
اولم يرواكيف يبدى الله الخلق تم يعيده ان ذلك على الله يسير

artinya: Tidakkah mau mereka memikirkan bagaimana Allah memulai pembuatan makhluk, lalu ia kembalikannya? Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah. (QS. al-Ankabut: 19).

Sebenarnya kalau orang hendak memperhatikan kekuasaan Allah yang berlaku dalam alam ini, ia akan dapati banyak yang luar-luar biasa, banyak yang ganjil-ganjil, banyak membingungkannya, banyak yang manusia tak sanggup memberi ketentuan-ketentuan yang memuaskan.

Bagi orang yang mengakui dan mempercayai kekuasaan-kekuasaan Allah yang ia ketahui itu, dengan mudah dapat dimengerti hal ditanya orang yang dibakar tersebut.

al-Ustadz Abdul Qadir H.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: