jump to navigation

Fatwa MUI Lebak: Berboncengan Motor Dengan Bukan Mahram Hukumnya Haram 2 Agustus 2010

Posted by yopie noor in Muslimah, umum.
Tags: , , , ,
trackback

no boncengan

http://www.voa-islam.com, 02 Aug 2010

Resah dengan pergaulan bebas muda-mudi masa kini yang boncengan sembarangan bukan muhrim akhirnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, Banten, mengeluarkan fatwa haram bagi pria yang membonceng seorang wanita yang bukan muhrimnya atau lawan jenis tanpa ikatan pernikahan.

MUI kabupaten Lebak menilai, berboncengan motor dengan wanita yang bukan muhrim dapat mengundang nafsu birahi yang mengarah pada pergaulan bebas.

Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lebak, KH Baejuri, mengatakan, “saat ini banyak pasangan muda-mudi berboncengan sepeda motor saling bermesra-mesraan atau pegang-pegangan tanpa ada ikatan pernikahan yang sah.”

Bahkan, banyak di antara mereka mencari tempat-tempat gelap atau sepi untuk memadu kasih. “Karena itu, haram hukumnya berboncengan sepeda motor dengan wanita yang bukan suami-isteri, ” kata KH Baejuri, Ahad (8/1).

KH Baejuri dan MUI mengimbau masyarakat yang memiliki anak remaja jangan sampai dibiarkan jika anaknya naik motor berbeda jenis saling berboncengan. Apalagi, malam Minggu mereka banyak pasangan anak ABG berboncengan motor saling berpeluk-pelukan dan mengundang nafsu birahi. ujarnya. (Ibnudzar/tio)

Komentar»

1. ririn - 13 Agustus 2010

assalamualaikum ya akhi..

sya ingin bertanya..
jika memang itu merupakan ssuatu yang haram, lalu bagaimana solusinya?

jika si wanita berboncengan dengn muhrim (abng) apakah beliau hrus menunjukkan bukti brupa KK (kartu keluarga) ato bagaimana?

yopienoor - 13 Agustus 2010

Waalaikum salam.
Terima kasih. Yang di haramkan itu sebenarnya bukan tentang berboncengannya, melainkan tentang keluar rumah tanpa mahram, berpegang-pegangan, berkhalwah (berdua-duaan) dan lain sebagainya.
Hanya saja, di dalam berboncengan, semua yang dilarang diatas tadi itu sudah tercakup didalamnya.
Solusinya, tentu dengan menghindari khalwah, yaitu bertiga, berempat dll.
Dan tidak perlu bawa KK. Kalau alamat di KTP saudari sama dengan KTP si abang, saya rasa itu sudah mencukupi.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: