jump to navigation

HADITS AWAL RAMADHAN ADALAH RAHMAT 4 Agustus 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , , , ,
trackback

Soal:
Benarkah ada hadits yang menerangkan bahwa awal Ramadhan adalah rahmat, kalau ada riwayat siapa dan bagaimana kedudukannya?

Jawab:
Hadits seperti yang ditanyakan itu memang ada, lafadznya sebagai berikut:

اول شهررمضان رحمة واوسطه مغفرة واخره عتق من النار

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Uqaily dalam kitab adh-Dhu’afa’ 172; Ibnu Adi 1/165; al-Khathiib 2:77; ad-Dailami 1/1: 10-11 dan Ibnu Asakir 1/506/8 melalui jalan Salam bin Sawwar dari Muslamah bin as-Shult dari Zuhri dari Abi Salamah dari Abu Hurairah.

Setelah kami periksa, ternyata pada sanadnya terdapat dua rawi yang lemah, yaitu:

  1. Salam bin Sawwar, nama lengkapnya adalah Salam bin Sulaiman bin Sawwar. Tentang rawi ini, Abu Hatim berkata: Laisa bil qawi (ia tidak kuat), Ibnu Adi menyebutnya Munkarul Hadits, sedangkan al-Uqaily mengatakan: Pada hadits-haditsnya terdapat manaakir (hadits munkar). (Mizanul I’tidal 2: 178-179).
  2. Muslamah bin ash-Shult. Ibnu Adi berkata: Ia tidak dikenal, Abu Hatim menyebutnya Matrukul Hadits (Mizanul I’tidal 4: 109 dan al-Kamil fi Dhu’afa’ir Rijaal 3: 311),

Dengan demikian keterangan diatas jelaslah bahwa hadits yang sering diucapkan para muballigh adalah lemah dan isinya dianggap tidak ada.

Hadit riwayat Ibnu Khuzaimah yang sangat panjang, disini disebutkan yang perlu saja, yaitu:

قالوا:‏ يارسول الله ليس كلنانجد مايفطر الصا فقال رسول الله ص : يعطى الله هذا الثوان ممن فطر صاعا على ثمرة اوعلى شر نة اومذ قة لبن وهوشهراو له رحمة واوسطه مغفرة واخره عتق من النار

artinya: …para sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bukankah tidak semuanya kita mampu memberi makan kepada orang yang berpuasa? Rasulullah menjawab: Allah memberikan pahala itu terhadap orang yang memberi makan kepada orang yang berpuasa, walaupun pemberian itu hanya sebiji kurma, seteguk air atau seteguk susu. Bulan Ramadhan permulaannya adalah rahmat, pertengahannya merupakan ampunan (maghfirah) dan akhirnya adalah dijauhkan/ kebebasan dari api neraka

Hadits diatas terdapat dalam Shahih Ibnu Khuzaimah 3: 191. Sanadnya adalah sebagai berikut:

Ali bin Hajr as-Sa’di
Yusuf bin Ziyaad
Hamaam bin Yahya
Ali bin Zaid bin Jud’an
Sa’id bin al-Musayyib
Salman

Pada sanad di atas terdapat rawi, Ali bin Zaid bin Jud’an. Hammad bin Zaid berkata: Ia biasa membolak balik hadits. Al-Fallas mengatakan bahwa Yahya bin al-Qath-than menjauhi haditsnya. Imam Ahmad menyebutnya: Dha’iful-Hadits. Bukhari dan Abu Hatim berkata: Haditsnya tidak dapat dijadikan hujjah, sedangkan al-Qiswah mengatakan: Rawi ini rusak/ ikhtilath hafalannya pada masa tuanya. Ibnu Khuzaimah menegaskan bahwa ia tidak menjadikan haditsnya sebagai hujjah karena jeleknya hafalan si rawi. Daraquthni berkata: Di sisiku ia tetap punya kelemahan. Sedang imam adz-Dzahabi menerangkan bahwa aku menganggapnya munkar. (Mizanul I’tidal 3: 127-129 dan Fathur Rabbani 9: 233).

Dengan uraian di atas nyatalah bahwa hadits inipun juga lemah.

Kesimpulan
Hadits yang menerangkan bahwa awal Ramadhan itu adalah rahmat dan seterusnya, adalah lemah. Maka, ia tidak bisa dipakai untuk menetapkan bahwa awal puasa/ Ramadhan itu adalah rahmat. (Baca juga Silsilah Ahaditsi Dha’iifah, hadits no: 1569)

oleh: Nadwah Mudzakarah.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: