jump to navigation

Hikmah Puasa 6 Agustus 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , , , , ,
trackback

Soal:
Apakah hikmah puasa yang diterangkan oleh Islam?

Jawab:
Sebagian dari hikmah-hikmah puasa yang diterangkan Allah dan Rasul-Nya adalah sebagaimana Ayat dan hadits-hadits berikut ini:

ياايهاالذين امنوالتب عليكم الصيام كماكتب على الذين من قبلكم لعلكم تتقون

artinya: Hai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu (dulu), supaya kamu terpelihara dari kejahatan. (QS. al-Baqarah 183).

Ayat ini dengan tegas menyatakan bahwa hikmah puasa itu ialah supaya kita terpelihara dari kejahatan: Kejahatan yang berhubung dengan bathin kita dan kejahatan yang berkenaan dengan kezhahiran (lahir kita).

Sabda Rasulullah saw:

الصوم نصف الصبر والصبر نصف الايمان

artinya: Puasa itu separuh kesabaran dan kesabaran itu separuh iman. (HR. Turmudzy).

Juga sabda Nabi saw:

صومواتصحوا

artinya: Puasalah, niscaya kamu menjadi sehat. (HR. Ibnus Sinnie).

Kedua sabda Nabi ini menunjukkan bahwa puasa itu sanggup memperbaiki bathin dan lahir manusia.

Siapakah yang tidak mengetahui kekuatan sabar?

Siapakah yang tidak mengetahui faedah kesehatan?

Puasa dapat dibandingkan seperti obat. Obat, bila kita gunakan sembarangan, tidak menurut aturan yang semestinya, tentu tak dapat kita rasakan gunanya obat itu, malah sering membawa kekecewaan atau bahaya.

Begitu juga dengan puasa, tidak dapat kita rasakan faedah dan hikmahnya bila tidak diperhatikan.

Sabda Nabi saw:

رب صائم حظه من صيامه الجوع والعطش

artinya: Ada beberapa orang yang berpuasa yang hasil dari puasanya hanya lapar dan dahaga saja. (HR. Ahmad).

Sabda Nabi saw pula:

لويعلم الناس مافى رمضان من الخير لتمنواان يكون حولاكاملا

artinya: Jika manusia mengetahui kebaikan apa yang ada di dalam (puasa) Ramadhan, niscaya ia bercita-cita supaya Ramadhan itu menjadi satu tahun yang sempurna.

Hikmah-hikmah puasa yang dapat diketahui, diantaranya:

a. Pengaruhnya terhadap kesehatan badan:
Puasa dapat memberi istirahat kepada alat-alat jisim secara umum dan kepada alat pencernaan secara tertentu yang pada umumnya dalam sebelas bulan, siang dan malam terus bekerja.

b. Pengaruhnya kepada jiwa:
Puasa itu mendidik kesabaran, tenang, tetap, tidak gopoh, berdisiplin. Seorang yang selang 11 bulan tidak berpuasa, siang dan malam makan, tiba-tiba ia harus berpuasa, maka dalam puasa yang di luar dari kebiasaannya selama 11 bulan itu timbul keinginan seperti dalam 11 bulan yang lalu, yaitu pada waktu ia mesti makan, ia tidak dapat makan karena berpuasa.

Pada waktu ia senang, dalam keadaan puasa itu, ia tidak dapat melaksanakan kesenangannya karena ia puasa. Tiap-tiap datang nafsu kebiasaannya itu, ia lawan, ia ingat larangan Allah dan Rasul-Nya, sehingga tidak jadi ia melanggarnya. Demikian terus sampai selama satu bulan. Orang yang sudah biasa melatih dirinya seperti yang tersebut dan dengan perhatian yang penuh, tentu akan timbul kesabaran di dalam jiwanya. Bilamana telah timbul kesabaran, maka ia akan bersikap tenang, tetap teguh, berdisiplin, tidak gopoh dan lain-lain yang dengan sendirinya akan timbul. Oleh karena itulah Nabi saw bersabda: “Puasa itu separuh kesabaran…”.

Dalam melawan hawa nafsu tadi, serta tiap-tiap kali melawan itu, ia teringat kepada larangan-larangan Allah, maka pada waktu itu, orang itu sudah muraqabah (takut kepada Tuhan). Kebiasaan takut yang pertama ini mendorong kepada yang kedua, ketiga dan selanjutnya, dan dalam semua keadaannya, orang itu akan selalu ingat kepada Allah. Orang yang selalu ingat kepada perintah-perintah dan larangan-larangan Allah, serta beri’tiqad bahwa walau dimana saja ia mengerjakan, tentu diintai oleh Allah, dan tentunya Allah akan membalas pekerjaanya, yang baik dan yang buruk, maka orang yang demikian ini tentu akan berlaku ikhlas dalam menunaikan pekerjaan-pekerjaannya.

c. Pengaruh kepada pergaulan:
Bila sudah nyata bahwa puasa sangat berpengaruh kepada kesehatan badan seseorang dan berpengaruh pula kepada ruh dan jiwanya, maka dengan sendirinya pengaruh itu akan terbawa dalam pergaulan masyarakat umum.

Berbahagialah masyarakat menerima orang yang sehat badannya, bersih ruh dan jiwanya.

Mungkin ada orang bertanya: Apakah dengan pelajaran umum manusia tidak bisa menjadi orang yang berbadan sehat dan berroh suci?

Kita jawab: Pelajaran umum hanya sanggup menjadikan manusia sehat dan berakal cerdas, tetapi tidak sanggup menjadikan manusia berjiwa suci. Berjiwa suci ini hanya kita dapati pada pelajaran-pelajaran dari Allah (Agama), terutama Islam. Dengan begini maka Agama mempunyai kelebihan dan keutamaan dari segala macam ilmu dan pelajaran manusia.

Nabi saw bersabda:

عليك بالصوم فانه لاعدل له ولامثل

artinya: Hendaklah engkau berpuasa, kerena sesungguhnya puasa itu tidak ada tandingannya dan tidak ada bandingannya. (HR. Nasaa’i).

referensi: al-Ustadz Abdul Qadir H.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: