jump to navigation

Diskusi Ringan Dengan Aktivis ESQ 8 Agustus 2010

Posted by yopie noor in umum.
Tags: , , ,
trackback

nahimunkar.com

Berikut diskusi saya (Wildan Hasan, penyiar Radio Dakta, Bekasi dan Pusdiklat Dewan Da’wah Kp. Bulu Setiamekar Tambun Bekasi) dengan seorang aktivis ESQ (Indrayana Taher) yang beliau kirim melalui e-mail seorang kawan.

Selamat mengikuti:

(Indrayana Taher)
Assalamualaikum Wr Wb

(Wildan Hasan)
Alaikumsalam Wr Wb, barokallahu fiik..

Sudah tiga pekan terakhir kegaduhan merebak, terutama di dunia maya, terkait fatwa sesat ESQ oleh salah seorang mufti di Malaysia. Berbagai berita dan komentar hilir mudik masuk ke email saya. Mayoritas isinya menghujat, mencaci maki ESQ dengan kata dan kalimat yang –meminjam tagline Tempo—tak enak dibaca dan tak perlu.

Kalimat; menghujat, mencaci maki, tergantung sudut pandang. Kalimat selembut apapun jika penerimanya merasa dihujat dan di caci maki tetap akan memerahkan telinga. Meminjam istilah Allah SWT “Bisa jadi engkau membenci sesuatu padahal itu baik bagimu”.

Jujur, membaca berbagai berita tersebut membuat saya mixed feeling: sedih, geram, kecewa, kadang juga menggelikan. Saya tak akan berpanjang kalam menulis prolog ini. Ada baiknya anda menyimak deretan catatan kritis saya berikut ini:

Ini juga tergantung mindset dan paradigma masing-masing. Adalah hak anda untuk sedih, geram, kecewa dan merasa geli. Tapi belum tentu sedih dan geram anda adalah benar bagi orang lain. Mari kita bahas catatan kritis anda:

1. Fatwa sesat ESQ dikeluarkan oleh satu orang mufti dari 13 mufti yang ada di Malaysia. Menariknya, Sang Mufti yang menyesatkan ESQ itu tidak menghadiri pertemuan antara Ary Ginanjar dan 13 mufti lainnya pada Juni 2010 dan belum ikut training ESQ. Ada tiga pertanyaan penting disini:
1) Mengapa ia yang tak hadir, tapi kemudian berani menyatakan ESQ sesat?
2) Mengapa ia yang belum pernah ikut training ESQ, berani menyatakan ESQ sesat?
3) Mengapa dari 14 mufti, hanya satu yang menyatakan ESQ sesat?

Sebuah prinsip “Kebenaran itu tetap kebenaran sekalipun sendirian” (Ibn Mas’ud). Kebenaran tidak bisa diukur oleh jumlah, baik sedikit maupun banyak. Anda mengatakan, Mufti tidak hadir tapi berani menyesatkan ESQ, apa yang salah? hadir atau tidak bukan substansi. Substansinya adalah banyak referensi dari ESQ untuk dipelajari. Tidak hanya dengan ikut pelatihan ESQ. Apakah kalau kita ingin tahu kesesatan sesuatu harus melakukan kesesatan yang sama? Apakah kita ingin tahu berzina itu haram, lalu kita harus berzina dulu? Yang benar saja.

2. Sejauh yang saya amati, mengapa orang-orang yang mengatakan ESQ sesat hanya itu-itu saja? Dan mohon maaf, kebanyakan mereka adalah ulama yang identik dengan kelompok tertentu yang selama ini terkenal sangat mudah memvonis orang atau kelompok lain. Sementara itu, sama persis dengan di atas, situs-situs yang konsisten memuat pemberitaan ESQ sesat, hingga saat ini, juga yang itu-itu saja. Dan saya melihat, situs-situsnya, sangat mudah ditebak: berasal dari kelompok mana dan apa latar belakangnya.

Kembali, apa masalahnya kalau yang menyuarakan kekesatan ESQ itu-itu saja? Bisakah kebenaran diukur dengan blow up media banyak? Ulama yang identik dengan kelompok mana maksud anda? Ulama radikal, militan, salafi, ekstrim, fundamentalis maksud anda? Kalau benar, ah ternyata – mohon maaf – pemahaman agama anda masih dangkal. Begini saja, menurut anda di ESQ ada kekeliruan atau tidak? Jika ya, finish. Adalah lebih terhormat di sisi Allah SWT cepat mengakui salah, bertaubat dan lakukan perbaikan.

3. Terkait dengan poin 2 di atas, mengapa ulama-ulama yang selama ini menjadi mainstream umat Islam di Indonesia, tak menyatakan bahwa ESQ sesat? Muhammadiyah dan NU kompak berkata: “ESQ tidak sesat.” Bahkan MUI, sebagai lembaga yang memiliki otoritas mengeluarkan fatwa pun menyatakan tidak ada kesesatan ESQ.

Sekali lagi mainstream tidak bisa jadi ukuran satu-satunya untuk menentukan sesuatu itu benar atau tidak. Jika anda pegang itu, bagaimana jawaban anda bahwa bagi kebanyakan masyarakat Barat non-Muslim berhubungan badan tanpa nikah adalah sah-sah saja? Apakah karena mainstream di Barat seperti itu lalu berzina jadi boleh?
Saudaraku, saya mendengar langsung pernyataan Dr.KH. Anwar Ibrahim (Ketua Majlis Fatwa MUI Pusat) di acara FKSK beberapa waktu lalu bahwa; MUI secara resmi kelembagaan belum pernah mengeluarkan fatwa apapun terkait ESQ, apakah menyesatkan ESQ atau tidak. Silahkan anda kroscek. Jika benar apa yang anda katakan, saya minta buktinya.

4. Sejauh yang saya amati, merujuk pada 10 kriteria MUI tentang ajaran sesat (diantaranya adalah mengingkari salah satu rukun iman dan rukun islam; meyakini turunnya wahyu sesudah Al Qur’an; mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir, dst), tak ada satupun yang dengan kuat bisa dijadikan landasan untuk menyatakan ESQ sesat (untuk hal ini saya akan buat tulisan tersendiri). ESQ justru menegakkan rukun Iman dan rukun Islam, membuat para peserta mencintai Nabi Muhammad SAW serta menunjukkan mukjizat Al Qur’an. Makanya, karena memang tidak ada kriteria yang bisa menjerat ESQ, MUI tak pernah memvonis ESQ sesat: sejak dulu hingga kini. Selain itu tidak mungkin ESQ bisa memiliki alumni hingga hampir 1 juta orang apabila mengajarkan kesesatan.

Makin jelas disini, -maaf- betapa awamnya anda dalam memahami kaidah-kaidah agama Islam. Saudaraku, menyimpangkan makna dan maksud ayat Al-Qur’an dan hadits Nabi SAW adalah bentuk kekeliruan, dan itu yang dilakukan pak Ary. Coba anda baca fatwa MUI itu di point kelima “Melakukan penafsiran Al-Qur’an yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir.” Jelas! Juga di point ke 9 “Mengubah, menambah dan atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syariah.” Bukankah pak Ary, contohnya, menambah ’syariat’ zakat menjadi; zakat sanubari, zakat kepemimpinan, zakat ilmu, zakat suara hati, zakat visi dan zakat kolaborasi. Tanggung..kenapa ga sekalian ditambahkan zakat korupsi hehe..

Saudaraku, anda selalu bicara jumlah, ketahuilah pengikut Syiah, Ahmadiyah, Liberalisme agama, jauh lebih banyak daripada peserta ESQ hehe…

5. Berbagai tulisan yang masuk ke email saya dan beredar di dunia maya, sudah tak proporsional, adil, objektif. Bahkan, mohon maaf, sangat dangkal analisanya, tak logis dan sangat menyederhanakan masalah. Siapapun yang berpikiran waras, jernih dan cerdas, pasti akan tertawa tergelak-gelak saat membaca kalimat semacam ini. Sementara itu KH Anwar Ibrahim meragukan ajaran ESQ, karena penuh dengan liberalisme dan pluralisme, yang menganggap semua agama adalah benar. Pasalnya, sewaktu Ary mendirikan ESQ tahun 2000 bertepatan dengan lahirnya gerakan Islam liberal di Indonesia yang diwakili JIL (Jaringan Islam Liberal).

Aneh bin ajaib… kok bisa-bisanya seorang ulama menyimpulkan ESQ adalah JIL hanya karena memiliki tanggal yang sama saat didirikan? Lalu apakah berarti semua organisasi yang didirikan di tahun 2000 bisa dihubungkan dengan JIL (Jaringan Islam Liberal)? Saya akan buat tulisan tersendiri tentang ini. Tunggu saja.

Sebenarnya analisa dangkal adalah analisa yang penuh bunga-bunga daripada bicara substansi. Kalimat di atas untuk anak lulusan SD pun bisa paham bahwa menurut KH. Anwar Ibrahim ajaran ESQ penuh liberalisme dan pluralisme. Adalah tidak aneh bila bisa saja ada kaitan dengan sedang boomingnya Islam Liberal lalu ESQ terpengaruh oleh paham itu. Buktinya, menafsirkan Al-Qur’an dan mensyarah hadits seenak udelnya. Dan itulah juga yang dilakukan oleh JIL.

Masih banyak catatan kritis yang ingin saya buat. Tapi untuk sementara cukup disini dulu. Saya sungguh tak kuasa untuk melanjutkanya saat ini karena merasa sedih dengan potret umat Islam saat ini. Ulama dan pemimpinnya begitu mudah menyesatkan kelompok lain, umat menjadi bingung

Bingung itu hanya untuk orang yang tidak mau mengikuti kebenaran tapi malah mengikuti kebanyakan. Sebaiknya tidak membawa-bawa nama umat. Karena bisa jadi hanya anda kawan-kawan anda saja yang bingung.

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” (QS Al Maidah, 5:87)
Indrayana Taher

Inilah bukti ESQ tidak mengajarkan Islam dengan benar. Anda mengutip ayat yang tidak pada tempatnya untuk menyikapi masalah ini. Anda pasti tidak tahu apa asbabun nuzul dari ayat ini kan? Sehingga anda main comot begitu saja.

Lagipula anda sembarangan mengklaim atas nama Allah dengan ayat ini bahwa ESQ halal kalau begitu. hmm…
saudaraku hati-hatilah..
bisa jadi anda sendiri yang terkena ayat ini.
Salam
Wildan Hasan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: