jump to navigation

Kedudukan Kata-Kata Bunuh dalam al-Quran 22 September 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , , , , ,
trackback

Soal:
Dalam al-Muslimun (suatu majalah), ada kalimat berbunyi “Kalau kamu telah setuju mengetuakan seseorang, lalu datang orang lain yang hendak memecahkan persatuan kamu atau merobek partai kamu, hendaklah kamu bunuh dia” (R. Muslim). Yang kami tanyakan adalah yang bersifat “bunuh”. Bila maksud Bapak menyuruh penggemar al-Muslimun untuk membunuh sesama manusia, apabila maksud Bapak tidak demikian, maka besar harapan kami, jangan terulang lagi kata-kata bunuh, karena dalam kata-kata bunuh dan pembunuhan ada sifat yang kejam.

Jawab:

Hadits di al-Muslimun no. 5 itu, adalah sabda Rasulullah saw. Bunyinya begini:

من اتاكم وامركم جميع على رجل واحديريدان يشق عصاكم اويفرق جماعتكم فاقتلوه

“Persatuan” atau “partai” yang ditujukan dalam Hadits Nabi saw itu ialah: “pemerintahan”.

Maka, kalau kita umat Islam telah menyetujui seseorang menjadi ketua (kepala, presiden, dll) dalam suatu pemerintahan lalu datang orang yang hendak merusak “pemerintahan” kita itu, Rasulullah saw menyuruh orang itu dibunuh.

Hendaklah saudara mengetahui, bahwa dalam suatu Negara Islam juga dalam negara-negara lain tidak dibenarkan rakyat menjadi hakim sendiri-sendiri. Untuk menghukum seseorang itu, ada badan yang tertentu.

Kalau kami membawakan firman Allah:

والسارق والسارقة فاقطعواايد يهما…

Artinya: “Pencuri (laki-laki) dan pencuri (perempuan) itu, hendaklah kamu potong tangan mereka…”. (al-Maidah 38).

Tidaklah berarti bahwa apabila seseorang melihat orang mencuri, lalu ia boleh memotong tangan pencuri itu. Tetapi urusan itu hendaklah ia serahkan kepada badan (bagiannya) yang tertentu, yaitu polisi umpamanya. Dan tidak berarti kami menyuruh langganan al-Muslimun memotong tangan pencuri.

Begitulah kata-kata “bunuh” yang tersebut dalam Hadits tadi, sudah tentu bukan tugas masing-masing orang, tetapi menjadi tugas pemerintah.

Perintah membunuh itu bukan dari kami, tetapi dari Nabi saw. Kami tidak bermaksud supaya tiap-tiap orang menjalankan pembunuhan itu, tetapi kami bermaksud supaya suatu Pemerintahan Islam menjalankan perintah tersebut.

Oleh karena itu, anjuran saudara supaya jangan terulang lagi kata-kata bunuh itu tidak dapat kami terima, selama yang kami bawakan itu adalah ayat Qur’an atau Hadits Nabi saw.

al-Ustadz Abdul Qadir H.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: