jump to navigation

Cara Menjunjung Tinggi Islam 25 September 2010

Posted by yopie noor in Fiqih, Tak Berkategori.
Tags: , , , ,
trackback

Soal:
Berdasarkan dalil berikut:

الاسلام يعلو ولايعلى

Islam itu tinggi dan tiada diatasi

bagaimanakah cara kita menjunjung tinggi agama Islam, dan bagaimana kita dapat mempengaruhi khalayak ramai?

Jawab;
Cara menjunjung agama Islam diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. dengan yakin, taat dan sungguh-sungguh, masing-masing kita mengerjakan perintah-perintahnya dan menjauhi larangan-larangannya; yang haram tetap diharamkan, yang halal tetap dihalalkan, yang sunnat tetap disunnatkan, yang makruh tetap dimakruhkan.
  2. dalam memenuhi tuntutan agama pada (a) itu, tidak dicari-cari jalan untuk berlepas diri diri dari perintah-perintah/ larangan-larangan atau mengentengkan sesuatu hukum agama, karena alasan perasaan, hukum psikologi, adat, politik, keadaan, kedudukan, kekeluargaan dan sebagainya kecuali dalam peristiwa yang memang memaksa, yang akan membawa kebinasaan jika tidak dilakukannya, umpamanya seperti makan bangkai, ini kita telah mengetahui yaitu haram, tetapi dalam suatu masa kelaparan di mana tidak ada sama sekali makanan selain dari bangkai, serta di ketika itu kalau tidak dimakan akan membawa maut, maka di waktu sementara itu boleh kita makan bangkai sekedar melepaskan bahaya.
  3. benar-benar mencontoh jejak Nabi saw terutama dalam urusan ibadat.
  4. sebelum mengerjakan sesuatu yang kita tidak mengetahui hukum agama padanya, hendaklah terlebih dahulu kita memeriksa: boleh atau tidaknya.
  5. amal-amal, kepercayaan-kepercayaan, anggapan-anggapan, jalan-jalan fikiran yang kita terima turun temurun hendaklah lebih dahulu disesuaikan dengan ajaran-ajaran agama: benar begitu atau tidaknya.
  6. bersikap tegas terhadap sesuatu penghinaan yang orang tujukan atau lakukan atas agama kita.
  7. mengadakan sistem tegur-menegur (nahi munkar) antara kita dengan saudara kita, dalam arti mau menerima dan memberi teguran dengan dasar kejujuran.

Jalan untuk mempengaruhi rakyat supaya mereka dapat menjunjung agama itu, memang agak sukar, terutama dalam negeri seperti Indonesia dimana Islam tidak menjadi agama rakyat, tambahan pula usaha-usaha pembenci agama yang hendak memecah-belah ikatan-ikatan persaudaraan Islam.

Tetapi kalau di antara kita, sebagian besarnya suka mengajak orang kepada Islam dimana saja ia berada, suka bertabligh disana sini, suka mengajarkan agama dengan gambaran yang sebenarnya, suka memperbanyak kitab-kitab agama, suka mendidik orang supaya tidak bertaqlid saja bilamana semua itu dilakukan dengan penuh kebijaksanaan, tetap dan tidak jemu-jemu, maka dalam sedikit masa kita akan dapat melihat bagaimana besarnya pengaruh Islam kepada khalayak ramai.

Sebaliknya kalau sikap kita masa bodoh, sikap pasif, sikap optimis saja yang kita aju-ajukan, karena terpengaruh dengan besarnya ummat Islam dan masa keemasan Islam dulu, bolehlah kita menunggu kemunduran dan kehinaan yang lebih menyedihkan.

al-Ustadz Abdul Qadir H.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: