jump to navigation

Hukum Laki-laki Pakai Cincin Emas 25 November 2010

Posted by yopie noor in Fiqih.
Tags: , , ,
trackback

Soal:

Bagaimana hukum orang laki-laki memakai cincin emas? Ada Hadits yang menurut pengetahuan saya cukup kuat, diriwayatkan oleh Bukhari yang melarangnya.

Jawab:

Hadits atau riwayat yang melarang memakai cincin emas memang ada dalam kitab Bukhari. Bahkan di lain-lain kitab ada juga. Di antaranya riwayat berikut:

عن ابى هريرة عن النبي ص انه نهى عن خاتم الذهب

Artinya: Dari Abu Hurairah, dari Nabi saw bahwa beliau telah melarang (memakai) cincin emas. (HS. Bukhari, Fathul Bari 10: 245).

Dalam riwayat ini, diterangkan bahwa Nabi saw melarang memakai cincin emas. Tiap-tiap larangan dari Agama pada asalnya dihukum “haram”.

Tetapi hukum “haram” memakai cincin emas itu terpaling menjadi makruh dengan beberapa alasan berikut ini:

I. Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari 10: 246, bahwa Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan bahwa kurang lebih 7 orang sahabat Nabi saw yang memakai cincin emas, di antara mereka adalah: Sa’ad bin Abi Waqqash, Thalhah bin Ubaidillah, dan Shuhaib.

Tujuh orang sahabat yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah ini, walaupun tidak merupakan ijma’, tetapi dapat menunjukkan bahwa “larangan” Nabi saw memakai cincin itu BUKAN HARAM.

II. Ibnu Abi Syaibah meriwayatkan dengan sanad yang shahih, dari Abi Safar, ia berkata: “Saya pernah melihat al-Baraa’ memakai cincin dari emas”.

Al-Baraa’ ini sahabat Nabi saw, ia berkata:

نهاناالنبي ص عن سبع نهى عن خاتم الذهب

Artinya: Nabi saw melarang kami tujuh perkara: beliau melarang (memakai) cincin emas. (HS. Bukhari, Fathul Bari 10: 244).

Dalam riwayat Bukhari ini, Baraa’ meriwayatkan bahwa Nabi saw “melarang” memakai cincin emas, tetapi dalam riwayat Ibnu Abi Syaibah di atas, dinyatakan bahwa Baraa’ sendiri memakai cincin emas.

Maka kalau sekiranya larangan Nabi saw itu “haram”, tentu Baraa’ tidak akan berani melanggarnya. Ini menunjukkan “larangan” Nabi saw itu BUKAN HARAM tetapi makruh.

III. Nabi saw sendiri pernah memakai cincin emas, sebagaimana riwayat ini:

عن عبدالله بن عمر قال كان رسول الله ص يلبس خاتمامن ذهب فنبذه فقال لا البسه ابدافنبذ الناس خواتيمهم

Artinya: Dari Abdullah bin Umar, ia berkata: Adalah Rasulullah saw memakai cincin dari emas, lalu beliau campakkan dia, sambil berkata: “Aku tidak mau pakai dia selama-lamanya”. Lalu sahabat-sahabat juga membuang cincin (emas) mereka. (HS. Bukhari, Fathul Bari 10: 247).

Nabi saw campakkan cincin emas dan bersabda: bahwa beliau tidak mau memakainya selama-lamanya itu belum menunjukkan bahwa cincin emas itu haram dipakainya. Nabi saw berbuat dan berkata demikian, boleh jadi karena tidak suka sahabat menirunya dan boleh jadi juga karena lain hal. Jadi tidak tegas.

Kalau Nabi saw membuang cincin emas itu menunjukkan haram dipakainya, maka Nabi saw pernah juga membuang cincin perak, menurut riwayat dibawah ini:

Anas bin Malik berkata:

انه راي افي يد رسول الله ص خاتمامن ورق يوماواحدا ثم ان الناس اصطنعواالخواتيم من ورق ولبسوهافطرح رسول الله ص خاتمه فطرح الناس خواتيمهم

Artinya: Bahwa ia pernah melihat di tangan Rasulullah saw cincin dari perak pada satu hari, kemudian sahabat-sahabat membuat cincin dari perak dan mereka pakai dia, lalu Nabi saw buang cincinnya itu, maka sahabat-sahabatpun membuang cincin mereka. (HS. Bukhari, Fathul Bari 10: 247).

Tetapi kita sudah tahu bahwa tidak ada seorang ulamapun yang mengharamkan memakai cincin perak.

Kalau betul memakai cincin emas itu haram, berdasarkan dibuangnya, maka memakai cincin perakpun mestinya haram, karena dibuang juga.

KESIMPULAN:

Memakai cincin emas itu tidak haram, hanya makruh saja.

al-Ustadz Abdul Qadir H.

Komentar»

1. m. sidik - 15 Desember 2010

alhamdulillah cukup menjadi dasar bagi yang selalu fanatik dalam mengistinbath hukum. dengan pendapat yang berdasar ini semoga umat islam tidak terlalu ego. mudah-mudahan Allah menerima ijtihad hambanya dan wallahu a’lam

yopie noor - 15 Desember 2010

Alhamdulillah, dasar kita yang pertama adalah al-Qur’an. Selama tidak ada nash Qur’an tentang haramnya laki-laki pakai emas, maka ia itu tidak haram. Sedangkan as-Sunnah yang mengharamkan emas kita dudukkan sedemikian rupa agar tidak bertentangan dengan al-Qur’an. Terima kasih atas kunjungan anda.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: